Hayoo.. Pilih Kuliah atau UKM?



Sebuah tema tulisan yang ku dapat dari temanku sendiri. Yang katanya sebagai Aktivis, jadi super sibuk lah. Bahkan sampai ada yang bilang kalau UKM itu sebagai Prodinya, lalu Prodi sebagai UKM-nya.  Sebuah candaan tersendiri bagi mereka yang peduli terhadapnya. Hehe..

Kuliah dan UKM mungkin satu bagian dari Dunia Kampus yang sering kita dengar. Kuliah sebagai kewajiban kita sebagai Mahasiswa, namun UKM sendiri yakni sebagai kegiatan pendukung kuliah kita. Tapi tak jarang juga banyak teman kita yang lebih aktif di UKM daripada kuliahnya. Ya tak salah juga sih kan itu juga hak dari mereka sebagai Mahasiswa kan.

Tapi yang perlu kita sadari yakni jangan sampai UKM kita mengganggu kuliah kita. Tujuan kita kuliah yakni untuk menuntut ilmu, masa ya kita mau dua in kuliah kita demi UKM sih. Pacar aja kalau di dua in pasti marah, untung kuliah gak bisa marah jadi aman juga pastinya. Hehe..

Ya memang banyak cerita tentang Mahasiswa yang aktif di UKM dapat IPK yang tinggi. Tapi yang perlu kita sadari yakni kita bukan mereka. Seberapa pun kita berusaha untuk mengikuti cara belajarnya pasti juga akan sulit, sebab setiap orang itu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Jadilah diri sendiri dan belajar sesuai denga cara kita nyaman dalam melakukannya.

Yang menjadi patokan kita yakni Manajemen waktunya. Banyak yang beranggapan kalau Manajemen waktu seorang Mahasiswa cukup hanya membagi waktu antara kuliah, belajar dan berorganisasi saja. Tapi nyatanya yang kita lakukan tidak sekedar itu saja. Banyak aktivitas yang kita lakukan setiap harinya. Tapi Mahasiswa itu juga perlu istirahat, waktu bersama teman, olahraga dan waktu luang. Sehingga Manajemen waktu yang tepat yakni membagi waktu antara belajar, kuliah, organisasi, istirahat, waktu luang dan juga waktu bersama orang lain.

Mendapat amanah dalam UKM tersebut! Emmm… memang amanah itu harus kita lakukan dengan sebaik-baiknya ya, sebab itu juga sebagai pertanggungjawaban kita kelak di akhirat. Tapi apa kewajiban kita sebagai mahasiswa “menuntut ilmu” bukan sebagai amanah? Silahkan di pikirkan ya. Hehe..

Ketika masih maba kita juga sering mengikuti seminar tentang Manajemen Waktu kan? Nah.. sudahkah kita menerapkan ilmu yang kita dapat waktu itu? Memang ku akui kalau itu sulit ya, tapi nyatanya mereka yang memberikan materi itu juga bisa melakukannya. Lalu kapan kita bisa seperti mereka?

Pernah juga dapat saran dari kakak kelas waktu SMA yang sekarang kuliah di UB, yakni Mas Arif Suhendar. Ya biasa lah maba banyak tanya ke yang lebih berpengalaman. Hehe.. “Ikutlah UKM sebanyak yang kalian mau, tapi cukup 1 atau 2 saja yang bisa dilanjutkan dan itu yang membuatmu nyaman”, ucap beliau. Tak heran kan kalau saya hanya ikut UKM 1 saja, mengikuti saran dari beliau sih. Hehe…

Tapi sebenarnya kita boleh ikut UKM sebanyak yang kita mau, dengan syarat kita bisa membagi waktunya. Masa ya kuliah kita kacau gara-gara UKM sih kan gak etis kalau kita telat lulus karena itu. Ingat, telat lulus sama dengan telat nikah loh, yakin masih mau menunda lulus? Wkwk…

Mungkin sertifikat kita mengikuti UKM diperlukan kala kita mendaftar pekerjaan. Ya memang diperlukan sih, tapi yakin kalau hanya sertifikat saja yang diperlukan. Lha kalau yang ditanya apa yang kita dapat dari UKM tersebut gimana? Trus kalau pertanyaannya di tambah banyak ikut UKM kog IPK-nya rendah ya? Mungkin dalam hati hanya bisa menjawab sialan tuh orang, untung calon Boss. Hahaha…

Yang perlu kita sadari yakni ketika kita terlalu banyak beraktifitas, tentunya kita juga akan semakin capek kan. Seperti halnya kita banyak ikut UKM, pastinya ya bakalan banyak kegiatan yang menyita waktu istirahat kita. Jadi kita juga perlu istirahat juga agar kuliah kita tak terganggu.

“Seberapa pun lelah kita jangan sampai tubuh mengatur otak kita, tapi otak kita lah yang harus mengatur tubuh kita”, Donny Bangkit Ariwibowo GO SPN 2017.

Salam hangat dari anak Kampus Wilayah yang jarang ikut UKM. H.A.S