Cerita di BEM FKIP UNS 2017 belumlah usai
Sebuah keluarga yang diciptakan dari pentingnya sebuah kerjasama dan amanah. Dengan satu tujuan yang pasti yakni untuk FKIP yang lebih baik. Selama satu Periode kepengurusan di tahun 2017. Dengan latar belakang yang berbeda-beda. Yang awalnya saling tak kenal satu sama lain, hingga yang tak ingin melupakan satu sama lain saat ini. Disinilah BEM FKIP UNS 2017 keluarga baru terbentuk.
Sebuah pengalaman ketika mencari kehidupan yang baru sebagai Mahasiswa. Kegiatan dikala yang lain sedang asik liburan hingga tidak bisa pulang ketika amanah memanggil. Tugas kuliah yang diduakan hingga pasangan pun tak diperhatikan. Hingga pada akhirnya lelah pun terbayar sudah kala acara berjalan dengan lancar.
Berawal dari Upgrading hingga Pleno akhir yang akan segera dilaksanakan. Dengan jumlah keluarga yang lengkap hingga akhirnya hukum alam pun menyisakan mereka yang kuat. AGP, AMT, FSM hingga SPN lah sebagian kecil kegiatan yang telah kita lakukan bersama. Susah diajak kumpul karena tugas kuliah masing-masing, waktu yang bertumbukan dengan kegiatan lain. Ada yang rela absen kuliah hanya untuk rapat kegiatan. Bahkan ada juga yang udah absen kuliah lalu gak jadi ikut rapat gara-gara ketiduran di kos. Hehe..
Dengan tujuan awal bergabung di BEM FKIP UNS yang berbeda-beda hingga satu Periode berakhir pun kita memiliki tujuan sama yakni berharap BEM FKIP UNS 2018 kelak bisa lebih baik dari sekarang. Hadir sebagai Fasilitator Mahasiswa FKIP yang sesungguhnya. Berjalan bersama UKM dan merangkul HMP bahkan Mahasiswa FKIP yang lain demi perubahan menuju yang lebih baik. Ada dikala teman kita sedang ada masalah dalam perkuliahan. Serta membantu terciptanya sistem perkuliahan yang layak hingga peduli lagi terhadap teman kita, Mahasiswa Kampus Wilayah.
Jaket kebanggaan kita, Jaket BEM FKIP UNS 2017. Memang kita merasa bangga kala kita mengenakan jaket tersebut. Merasa lebih karena kita anggota BEM FKIP UNS 2017. Bahkan kita juga bisa sombong saat mengenakan jaket terebut. Tapi perlu kita sadari bahwa kita punya tanggung jawab besar saat mengenakannya. Tanggung jawab mengemban tugas Visi Misi Presiden BEM kita saat Pemilu Presbem FKIP yang harus kita lakukan. Bersama-sama untuk melaksanakan semua kegiatan yang menjadi agendanya. Panitia atau bukan, ataupun satu Kementrian atau bukan, kita juga harus ambil bagian dan membantu agar kegiatan berjalan dengan lancar. Bukan salah Panitia ataupun Kementrian apabila kegiatan ada kekurangan, tapi itu salah kita semua sebagai anggota BEM FKIP sebab kurangnya kontribusi atau bantuan kita dalam agenda tersebut, kurangnya kerjasama antar anggota, bahkan kurangnya rasa tanggung jawab kita dalam memikul amanah tersebut.
Bahkan BEM yang indentik dengan seruan aksi pun dalam salah satu agenda Kemenlu BEM FKIP UNS yang bertepatan dengan Hari Guru kemarin tak banyak yang hadir. Anggota BEM FKIP UNS yang berjumlah 140-an Mahasiswa, tapi yang hadir dalam aksi tak lebih dari 30 anak, itupun juga ada anak Alumni SPN 2017 yang hadir. Yang jadi pertanyaan saya yakni apakah kita tidak malu dengan mereka Alumni SPN 2017? Kita yang menjadi panutan dalam SPN, kita yang menggembor-gemborkan tentang manajemen aksi, tapi kita pula yang tak datang dalam aksi solidaritas tersebut. Kita sebagai Calon Guru, tapi kita juga yang tidak peduli dengan nasib Guru Honorer yang ada saat ini.
Memang tak sebagian dari anggota BEM yang suka dengan aksi. Tapi apakah kita juga tak peduli dengan nasib kita kelak sebagai Calon Guru? Lalu kalau kita sudah menjalaninya kelak, siapa yang mau kita salahkan? Pemerintah, Mahasiswa FKIP yang terlalu banyak atau bahkan BEM yang tak mau aksi lagi dalam memperjuangkan nasib Guru? Memang sebagai Mahasiswa kita banyak tugas, banyak kegiatan diluar kampus selain di BEM. Tapi apa kita tidak mau meluangkan waktu kita hanya 2 jam saja dalam menyampaikan rasa peduli kita akan Pendidikan Indonesia saat ini. Jangan sampai Generasi kita kelak buta akan aksi perjuangan, dan jangan biarkan mereka para Pemuda hanya jadi kutu buku saja yang hanya mengandalkan teori tanpa adanya praktik langsung.
Entah kita bagian dari Bidikmisi atau tidak, mendapat Beasiswa ataupun tidak, kita ini sudah berhutang banyak pada Masyarakat kita. Percaya atau tidak kita telah merepotkan Masyarakat banyak dalam perjuangan kita di perkuliahan. Memang Pemerintah yang membiayai Pendidikan kita, tapi kalau bukan dari Rakyat, Pemerintah dapat uang darimana? Yakin kalau Uang Kuliah Tunggal kita cukup untuk membayar semua fasilitas yang kita dapat saat kuliah ini? Maka dari itu jangan kita anggap remeh akan adanya aksi. Aksi itu bentuk penyampaian pendapat kita, bentuk kritik kepada Pemerintahan, dan bukti kalau kita peduli kepada Rakyat Idonesia saat ini.
Lagu Mars Mahasiswa yang tak pernah ku lupakan. Semangat juang dalam liriknya yang terus membara tak pernah padam. Lagu Darah Juang yang menjadi semangat dikala aksi. Liriknya yang sangat menyentuh hati. Serta janji Mahasiswa yang pernah terucap yang tak akan pernah kulupakan. Pelantikan pengurus BEM FKIP UNS 2017 yang pernah kita rasakan. Janji Mahasiswa, janji yang belum sepenuhnya ku lakukan. Bahkan sampai mau Pleno pun kurasa masih ada yang kurang dari semua yang kulakukan saat ini. Apa yang ku cari belum kutemukan disini, yakni “Memperjuangkan hak-hak Rakyat Indonesia”. Dengan aksi? Kurasa itu belum cukup. Kurasa kita harus turun langsung ke Masyarakat kita. Lebih dekat dengan mereka, merasakan secara langsung susahnya kehidupan mereka. Sangat susah kalau kita hanya mengandalkan Pemerintah saja, sebab Pemerintah di Pusat sedangkan Rakyat di Desa. Tapi waktu di BEM FKIP telah usai, tak bisa di paksakan lagi. Tapi waktu kita untuk mengabdi pada Masyarakat belumlah usai, bermanfaat untuk orang lain menjadi tujuan kita ada disini.
Memang ini sudah menjadi akhir dari perjuangan kita di BEM FKIP UNS 2017, tapi cerita kita di BEM FKIP UNS belumlah usai. Masih ada amanah kita yang sudah menanti di depan, yakni amanah dalam melanjutkan tugas kita sebagai Mahasiswa. Mungkin tak banyak dari Anggota kita saat ini yang bakalan lanjut menjadi Kadiv BEM FKIP UNS 2018 kelak. Entah siapa yang minat berlanjut dan terpilih untuk melanjutkan perjuangannya di BEM FKIP kelak, kita juga harus mendukungnya, meyakinkan teman-teman kita akan pentingnya tugas BEM dalam kegiatan Mahasiswa sehari-hari. Sebagai Fasilitator, penyalur aspirasi dan juga sebagai penengah akan adanya suatu masalah yang ada.
Susah senang kita dapatkan di BEM FKIP UNS. Waktu untuk rapat yang molor sudah biasa kita lakukan. Bentuk kritik yang tak enak didengar pernah kita rasakan. Tapi itu semua lah yang tak pernah kita lupakan. Ada yang belum kenal satu sama lain, ada yang tak suka dengan seseorang, menemukan sahabat di BEM FKIP, bahkan ada juga yang memendam perasaan kepada yang lain. Itulah sesuatu yang spesial di suatu Organisasi.
Pertemuan tak lepas dari kata perpisahan. Berpisah bukan berarti memutuskan hubungan tali persaudaraan kita. Berpisah bararti mencari pengalaman yang baru. Dengan berbekal ilmu yang kita dapatkan di BEM FKIP ini, kelak bisa kita manfaatkan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Keluargalah yang kita punya di BEM FKIP ini. Kenangan, pengalaman dan pentingnya suatu amanah yang kita harapkan bisa menjadi cerita kita kepada penerus kita kelak.
Ingat perjuangan kalian di BEM FKIP UNS belumlah usai. Kita semua menunggu perjuangan kalian yang terpilih di BEM FKIP UNS 2018. Manfaatkanlah ilmu kalian untuk kemajuan BEM FKIP tahun depan. Buat cerita yang spesial yang bisa kalian teruskan kepada penerus BEM FKIP UNS kedepannya. Sesuatu yang spesial tak pernah terlupakan. Jadikan cerita di BEM FKIP UNS 2017 jadi yang spesial agar tak pernah kita lupakan. Semangat para pejuang BEM FKIP UNS. Hidup mahasiswa!!!
H.A.S
Staff Medinfo 17





0 Comments