Perjalanan kita tak selalu sejalan. Kadang kita harus tersesat dulu agar kita tau tempat yang baru. Kadang pula kita harus tertinggal jauh agar kita tau bagaimana kita berjuang sendirian di suatu keramaian. Namun kita juga perlu meninggalkan yang lain duluan agar kita bisa memberikan contoh medan yang kita lalui. Tak pernah ada yang salah saat kita di jalan, entah itu di jalan yang benar maupun di jalan yang salah. Semua ada hikmah tersendiri yang kita dapatkan disana. Sebuah pengalaman berharga yang bisa kita kenang dan kita bagikan ke sesama.

Dalam keberjalanan usia pun kita merasakan hal yang sama. Kadang kita merasakan di atas agar kita tau akan sebuah kekecewaan, dan kadang kita merasa dibawah agar kita paham akan sebuah penyesalan. Semua ada manfaat buat pembelajaran kita menuju perubahan yang lebih baik. Disini kita mempunyai tugas yang sama, tugas sebagai manusia yang bermanfaat bagi orang lain, sebagai pemimpin dan juga sebagai perawat akan kehidupan di bumi ini.

Sudah 20 tahun ku disini. 20 tahun yang bisa dibilang sudah sangat lama keberadaanku di bumi yang fana ini. 20 tahun yang kurasa singkat dalam melakukan hal kebaikan selama ini. Dan 20 tahun yang belum ku ketahui apa yang kukerjakan selama ini. Bodoh, semua orang boleh memanggilku dengan sebutan manusia bodoh. Rugi, memang rugi kalau selama 20 tahun ku tak melakukan apapun selama ini. Dan pemalas, bahkan aku lebih malas dari mereka yang masih anak-anak. Minta ini, minta itu untuk sebuah keinginan semata. Marah apabila tak dituruti. Dan banyak alasan kalau di suruh melakukan sesuatu.

Namun dalam diri ini punya mimpi, mimpi yang tak layak buat seorang pemalas sepertiku ini. Mimpi yang seharusnya buat mereka yang mau untuk berusaha, bukan untuk yang mau instannya saja. Mimpi yang terlalu sulit untuk diwujudkan bagi seorang anak yang bodoh sepertiku ini. Mimpi yang kurasa hanya sebatas mimpi saja yang tak mungkin bisa terwujudkan olehku. Sebuah mimpi fana yang akan hilang dalam sendirinya.

Umur yang masih muda untuk mewujudkan mimpi tersebut, dan umur yang sudah terlalu tua untuk bermimpi. Mimpi di siang bolong. Boleh orang lain bilang seperti itu , tapi orang lain tak boleh tau bagaimana usahaku untuk mewujudkan mimpi tersebut. Orang tua boleh bermimpi terhadap anaknya yang baru lahir, oleh karena itu anak yang baru lahir sudah membawa mimpi. Bukan mimpinya tapi mimpi kedua orang tuanya, mimpi yang lebih berat tanggungannya daripada mimpinya sendiri. Mimpi yang bisa membuat bahagia kedua orang tuanya, serta mimpi yang bisa mengantarkannya menuju pintu syurga.

Semua orang berhak untuk bermimpi, dan wajib pula untuk berusaha menggapai mimpinya itu. Berani bermimpi berani pula untuk mempertanggungjawabkannya, yakni berusaha semaksimal mungkin agar mimpinya bisa terwujud. Ibaratkan cinta, kalau kita punya rasa terhadat seseorang, kita juga harus berani mempertanggungjawabkannya untuk menyampaikan perasaannya kepada orang tersebut. Jangan jadi pecundang, berani mencintai tapi tak berani mengungkapkannya, berani bermimpi tapi tak berani mewujudkannya. Jangan jadi sampah dalam kehidupan sendiri, dan jangan jadi sampah dalam perasaannya sendiri. Hidup terlalu singkat buat menyerah, hidup terlalu hampa untuk memendam perasaan. Kita perlu yakin akan mimpi kita, perasaan kita, serta yakin akan sebuah kesuksesan akan semua itu.

20-01-1998 sampai 20-01-2018, 20 tahun hidup yang sia-sia kalau tak segera mencoba. Terlalu sia-sia kalau tak berani mengungkapkan perasaannya. Dan sangat sia-sia apabila kita hanya diam saja. 2 pilihan, bergerak atau tergantikan? 2 pilihan, berbicara atau tertindas? Serta 2 pilihan, mengungkapkan atau kehilangan? Semua tergantung kita, mau pilih yang mana yang dirasa kita yakin akan itu. Yakin dengan semua keyakinan yang bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih bertanggungjawab akan keputusan kita.

“Momentum. Satu detik kita kalah yowis kita kalah”. Sebuah kata-kata dari presiden bem fkip uns 2018. Sederhana namun maknanya yang luar biasa. Mengajarkan agar kita bisa memanfaatkan waktu walaupun cuma sedetik. Mengajarkan akan kedisiplinan terhadap manajemen waktu kita. Serta mengajarkan agar kita bisa memanfaatkan sebuah momentum yang ada. Momentum/peluang tak akan muncul 2 kali, maka dari itu bagaimana cara kita agar bisa memanfaatkan sekali momentum tersebut. Terkadang perasaan seseorang juga bisa berubah setiap saat, maka manfaatkan momentum itu juga untuk menyampaikan perasaan kita sebenarnya. Untuk masalah hasil itu urusan belakangan, yang terpenting kita sudah mengungkapkan isi hati kita sehingga kita tidak akan penasaran lagi akan perasaannya kepada kita.

20 tahun untuk 18 mimpi di tahun 2018. 18 mimpi yang terlalu banyak namun tak ada kata tak mungkin kalau kita mau berusaha untuk mewujudkannya. Mimpi yang sudah tertulis dalam “dreams book” dan masih dalam perencanaan untuk mewujudkannya. Mimpiku yang bakalan menjadi mimpi kita untuk mereka yang terpilih kelak. Mimpi yang biasa dibuat candaan saat ini, tapi kelak pasti akan terwujud. Mimpi yang tak cuma sekedar mimpi, tapi mimpi untuk membangun masa depan yang kucoba wujudkan dalam tahun ini. 1 tahun untuk satu kesatuan dari 18 mimpi tersebut. Serta 1 tahun untuk satu tujuan mimpi bagi kabermanfaatan semua. Semua tak ada yang abadi di dunia ini, maka dari itu marilah kita sesegera mungkin untuk mewujudkan mimpi kita sebelum mimpi kita terlupakan oleh waktu yang semakin berputar.